Soal
1. Jelaskan Tentang Tipe Sistem Terdistribusi !
2. Jelaskan Perbedaan IPV4 dengan IPV6 !
3. Jelaskan Pengalamatan IPV6 !
Jawab:
1. Jelaskan Tentang Tipe Sistem Terdistribusi !
2. Jelaskan Perbedaan IPV4 dengan IPV6 !
3. Jelaskan Pengalamatan IPV6 !
Jawab:
1.
Tipe Sistem
terdistribusi
Sistem komputasi terdistribusi
Sistem komputer terdistribusi
adalah tipe yang dibarkan untuk aplikasi tingkat tinggi yang sering diatur pada
komputasi paralel. Dalam cluster komputasi perangkat keras yang mendasari
terdiri dari kumpulan workstation yang sama atau PC, berhubungan erat bynmeans
dari jaringan area kecepatan tinggi setempat. Selain itu, setiap node
menjalankan sistem operasi yang sama. Grid komputasi adalah subkelompok ini
terdiri dari sistem terdistribusi yang sering dibangun sebagai sebuah federasi
dari sistem komputer, dimana setiap sistem bisa masuk ke dalam sebuah domain
administrasi yang berbeda, dan mungkin sangat berbeda ketika datang ke
perangkat keras, perangkat lunak, dan teknologi jaringan dikerahkan.
Sistem informasi terdistribusi
Sistem informasi terdistribusi
ditemukan dalam organisasi yang dihadapkan dengan kekayaan aplikasi jaringan,
tetapi untuk yang interoperabilitas ternyata menjadi pengalaman yang kurang
baik
Sistem terdistribusi meluas
Sistem terdistribusi kita telah
membahas sejauh ini sebagian besar ditandai dengan node stabilitas mereka tetap
dan memiliki sambungan yang berkualitas baik lebih atau kurang permanen dan
tinggi ke jaringan. Sistem terdistribusi meluas sering ditandai dengan menjadi
kecil, bertenaga baterai, mobile dan memiliki wireless, namun tidak harus semua
itu terdapat dalam satu sistem.
2. Perbedaan Internet Protokol Versi 4
(IPv4) dan Internet Protokol Versi 6 (IPv6)
I. Internet Protokol Versi 4
(IPv4)
IPv4 adalah sebuah jenis
pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang
menggunakan protokol IP versi 4. IP versi ini memiliki keterbatasan yakni hanya
mampu mengalamati sebanyak 4 miliar host komputer di seluruh dunia. Contoh
alamat IPv4 adalah 192.168.0.3 Pada IPv4 ada 3 jenis Kelas, tergantung dari
besarnya bagian host, yaitu kelas A (bagian host sepanjang 24 bit , IP address
dapat diberikan pada 16,7 juta host) , kelas B (bagian host sepanjang 16 bit =
65534 host) dan kelas C (bagian host sepanjang 8 bit = 254 host ). Administrator
jaringan mengajukan permohonan jenis kelas berdasarkan skala jaringan yang dikelolanya.
Konsep kelas ini memiliki keuntungan yaitu : pengelolaan rute informasi tidak memerlukan
seluruh 32 bit tersebut, melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja,
sehingga besar informasi rute yang disimpan di router, menjadi kecil. Setelah
address jaringan diperoleh, maka organisasi tersebut dapat secara bebas
memberikan address bagian host pada masingmasing hostnya.
Perbandingan IPv4 dan IPv6
Pemberian alamat dalam internet
mengikuti format IP address (RFC 1166). Alamat ini dinyatakan dengan 32 bit
(bilangan 1 dan 0) yang dibagi atas 4 kelompok (setiap kelompok terdiri dari 8
bit atau oktet) dan tiap kelompok dipisahkan oleh sebuah tanda titik. Untuk memudahkan
pembacaan, penulisan alamat dilakukan dengan angka desimal, misalnya 100.3.1.100
yang jika dinyatakan dalam binary menjadi 01100100.00000011.00000001.01100100.
Dari 32 bit ini berarti banyaknya jumlah maksimum alamat yang dapat dituliskan
adalah 2 pangkat 32, atau 4.294.967.296 alamat. Format alamat ini terdiri dari
2 bagian, netid dan hostid. Netid sendiri menyatakan alamat jaringan sedangkan hostid
menyatakan alamat lokal (host/router). Dari 32 bit ini, tidak boleh semuanya
angka 0 atau 1 (0.0.0.0 digunakan untuk jaringan yang tidak dikenal dan 255.255.255.255
digunakan untuk broadcast). Dalam penerapannya, alamat internet ini diklasifikasikan
ke dalam kelas (A-E).
Alasan klasifikasi ini antara
lain :
• Memudahkan sistem pengelolaan
dan pengaturan alamat-alamat.
• Memanfaatkan jumlah alamat yang
ada secara optimum (tidak ada alamat yang terlewat).
• Memudahkan pengorganisasian
jaringan di seluruh dunia dengan membedakan jaringan tersebut termasuk kategori
besar, menengah, atau kecil.
• Membedakan antara alamat untuk
jaringan dan alamat untuk host/router.
Pada tabel dibawah dijelaskan
mengenai ketersediaan IPv4 berdasarkan data dari APNIC sampai akhir tahun 1999
yang lalu dan total IP yang sudah dialokasikan ke tiap – tiap negara diAsia
Pasifik.
II.5 Internet Protokol Versi 6
(IPv6)
Transisi IPv4 ke IPv6 merupakan
fenomena yang tidak dapat dielakan oleh semua kalangan. Walaupun IPv4 tetap
dapat digunakan, IPv6 memiliki versi design berbeda dan memiliki kegunaan lebih
dibanding IPv4. Disertai dengan tumbuhnya inovasi-inovasi perangkat berteknologi,
maka Negara-negara di dunia dituntut mampu bersaing atau setidaknya secara bertahap
mulai untuk mengimplementasikan IPv6. Menurut jurnal Internet Protocol, diperkirakan
tak sampai tahun 2011, jatah alamat IP yang masih belum digunakan saat ini akan
habis. Maka muncullah suatu metode peangalamatan baru yang dikenal dengan
sebutan IPv6. Di Indonesia, salah satu penyedia jasa Internet, Indosat Mega
Media (Indosat M2), sejak 2004 telah siap menyewakan jaringan IPv6 ini. IPv6
merupakan metode pengalamatan IP yang perlahan-lahan mulai menggantikan IPv4. IPv6
digunakan sebagai pengalamatan karena keterbatasan jumlah IP yang dimiliki oleh
IPv4, mengingat semakin bertambahnya perangkat berbasis IP saat ini. IPv6 atau
Internet Protocol version 6 adalah protokol Internet terbaru yang merupakan
pengembangan lebih lanjut dari protokol yang dipakai saat ini, IPv4 (Internet
Protocol version 4). Pengalamatan IPv6 menggunakan 128-bit alamat yang jauh
lebih banyak dibandingkan dengan pengalamatan 32-bit milik IPv4. Dengan
kapasitas alamat IP yang sangat besar pada IPv6, setiap perangkat yang dapat
terhubung ke Internet (komputer desktop, laptop, personal digital assistant,
atau telepon seluler GPRS/3G) bisa memiliki alamat IP yang tetap. Sehingga,
cepat atau lambat setiap perangkat elektronik yang ada dapat terhubung dengan
Internet melalui alamat IP yang unik. Protokol IPv6 ini memiliki beberapa fitur
baru yang merupakan perbaikan dari IPv4,diantaranya :
•Memiliki format header baru
Header pada IPv6 memiliki format
baru yang didesain untuk menjaga agar overhead header minimum, dengan
menghilangkan field-field yang tidak diperlukan serta beberapa field opsional
Perbandingan IPv4 dan IPv6 yang ditempatkan setelah header IPv6. Header IPv6
sendiri besarnya adalah dua kali dari besar header dari IPv4.
•Range alamat yang sangat besar
IPv6 memiliki 128-bit atau
16-byte untuk masing-masing alamat IP source dan destination. Sehingga secara
logika IPv6 dapat menampung sekitar 3.4 x 1038 kemungkinan kombinasi alamat.
•Pengalamatan secara efisien dan
hierarkis serta infrastruktur routing
Alamat global dari IPv6 yang
digunakan pada porsi IPv6 di Internet, didesain untuk menciptakan infrastruktur
routing yang efisien, hierarkis, dan mudah dipahami oleh pengembang.
• Konfigurasi pengalamatan secara
stateless dan statefull
IPv6 mendukung konfigurasi
pengalamatan secara statefull, seperti konfigurasi alamat menggunakan server
DHCP, atau secara stateless yang tanpa menggunakan server DHCP. Pada konfigurasi
kedua, host secara otomatis mengkonfigurasi dirinya sendiri dengan alamat IPv6 untuk
link yang disebut dengan alamat link-lokal dan alamat yang diturunkan dari
prefik yang ditransmisikan oleh router local.
•Built-in security
Dukungan terhadap IPsec
memberikan dukungan terhadap keamanan jaringan dan menawarkan interoperabilitas
antara implementasi IPv6 yang berbeda.
• Dukungan yang lebih baik dalam
hal QoS
Pada header IPv6 terdapat trafik
yang di identifikasi menggunakan field Flow Label, sehingga dukungan QoS dapat
tetap diimplementasikan meskipun payload paket terenkripsi melalui IPsec.
• Protokol baru untuk interaksi
node
Pada IPv6 terdapat Protokol
Neighbor Discovery yang menggantikan Address Resolution Protokol.
• Ekstensibilitas
IPv6 dapat dengan mudah
ditambahkan fitur baru dengan menambahkan header ekstensi setelah header IPv6.
Ukuran dari header ekstensi IPv6 ini hanya terbatasi oleh ukuran dari paket
IPv6 itu sendiri.
3.
Pengalamatan
IPV6
Khusus nomor 3 ane Kasih yang versi PDFnya aja


0 comments:
Post a Comment