Tuesday, April 28, 2015

Bon Jovi (Golden Ballads, 2000)

Bon Jovi (Golden Ballads, 2000)
MP3 320 Kbps (22s)


1. Always 
| Download | Lirik | Dengarkan

2. Thanks You For Loving Me
| Download | Lirik | Dengarkan

3. Blaze Of Glory
| Download | Lirik | Dengarkan  

4. Learning How To Fall
| Download | Lirik | Dengarkan  

5. Save The World
| Download | Lirik | Dengarkan 

6. Little City
| Download | Lirik | Dengarkan  

7. Wanted Dead Or Alive
| Download | Lirik | Dengarkan  

8. She's A Mysterty
| Download | Lirik | Dengarkan  

9. Midnight In Chelsea
| Download | Lirik | Dengarkan  

10. Mystery Train
| Download | Lirik | Dengarkan  

11. Bed Of Roses
| Download | Lirik | Dengarkan  

12. I'll Be There For You
| Download | Lirik | Dengarkan  

13. Cold Hard Heart
| Download | Lirik | Dengarkan  

14. Never Say Goodbye
| Download | Lirik | Dengarkan  

15. It's Just Me
| Download | Lirik | Dengarkan  

16. It's My Life
| Download | Lirik | Dengarkan 


Monday, April 27, 2015

Solusi Nonton Siaran Online Secara Streaming

Solusi Nonton Siaran Online Secara Streaming 
 

Nonton TV secara online adalah solusi untuk bisa menonton siaran berbayar, di Indonesia sendiri, banyak perusahaan yang melayani siaran tv berbayar.
Bahkan sering kejadian tv local Indonesia melacak alais mensensor siaran yang menyiarkan suatu acara tertentu..contohnya aja siaran bola...dan yang paling menyedihkan sekali mau menonton liga indonesia sendiri pun harus kena acak.
Sebenarnya kalau di kota-kota besar menggunakan Antena UHF adalah solusinya...namun bagaimana dengan saudara-saudara kita yang tidak bisa menjangkau signa sinyal UHF tersebut, solusinya ya harus membeli parabola.
menggunakan parabola, bukan berarti makin mudah..melaikan malah semakin sedih...sebab banyak siaran yang diacak oleh pihak tertentu.
Nah kali ini saya akan memberikan solusi untuk bisa menikmati siaran berbayar dan siaran lokal indonesia secara streaming.

Kodi adalah solusinya dimana kita bisa menikmati atau menonton siaran berbayar secara gratis...
Lokal maupun manca negara....
Tentunya ada tahap-tahap yang harus di lakukan setelah menginstal aplikasi tersebut :
ini admin kasih videonya

ini adalah link untuk menghubungkan kodi tv dengan server yang telah di sediankan dari berbagai negara

MEXICO
http://file.xbmcmxtv.com/mexico.m3u
ARGENTINA   4-21
http://file.xbmcmxtv.com/argentina.m3u
DOMINICAN
http://file.xbmcmxtv.com/dominicano.m3u

ARABIC HD   4-21

http://file.xbmcmxtv.com/arabic.m3u
GERMAN
http://file.xbmcmxtv.com/german.m3u

USA/UK

  http://file.xbmcmxtv.com/special.m3u  4-21        
FRENCH   4-21
http://file.xbmcmxtv.com/france.m3u
AFRICAN 4-21
http://file.xbmcmxtv.com/africa.m3u
CANADA 4-21
http://file.xbmcmxtv.com/
ARGENTINA 4-21
http://file.xbmcmxtv.com/argentina.m3u
DOMINICANO 4-21
http://file.xbmcmxtv.com/dominicano.m3u
COLOMBIA 4-21
http://file.xbmcmxtv.com/colombia.m3u
Nuevo espanol 4-1 HD
http://file.xbmcmxtv.com/espanol3.m3u
ESPANOL SOLAMENTE
http://file.xbmcmxtv.com/espanol2.m3u
Latinomix
 http://file.xbmcmxtv.com/latino.m3u
Nuevo 
http://file.xbmcmxtv.com/espanol.m3u 
BRASIL 
http://file.xbmcmxtv.com/brasil.m3u
XXX 4-10
http://file.xbmcmctv.com/xxx.m3u
PORTUGUESE
 http://file.xbmcmxtv.com/portuguese.m3u

AFRICA 2

http://file.xbmcmctv.com/africa.m3u  
POLISH
http://file.xbmcmctv.com/polish.m3u
MEXICO

http://file.xbmcmxtv.com/mexico.m3u

 

 Semoga informasi ini bisa bermanfaat buat teman-teman semua 

ini Screenshotnya gan


http://www.mediafire.com/download/ya33yeroz7cciy4/kodi-14.2-Helix_rc1.exe





Thursday, December 4, 2014

Model - Model Life Cycle Software

1. Model Waterfall

Permodelan dalam suatu perangkat lunak merupakan suatu hal yang dilakukan di tahapan awal. Di dalam suatu rekayasa perangkat lunak, sebenarnya masih memungkinkan tanpa melakukan permodelan. Hal ini tidak dapat lagi dilakukan dalam suatu industri perangkat lunak.
Permodelan dalam perangkat lunak merupakan suatu yang harus dikerjakan di bagian awal rekayasa, dan permodelan ini akan mempengaruhi pekerjaan-pekerjaan dalam rekayasa perangkat lunak tersebut.
Model proses perangkat lunak masih menjadi obyek penelitian, tapi sekarang ada banyak model umum atau paradigma yang berbeda dari pengembangan perangkat lunak, antara lain :

Pengembangan waterfall
Pengembangan secara evolusioner
Transformasi formal
Penggabungan sistem dengan menggunakan komponen-komponen yang dapat digunakan kembali

Waterfall model pertama kali diperkenalkanoleh Winston Royce tahun 1970. Waterfall Model merupakan model klasik yang sederhana dengan aliran sistem yang linier.  Output dari setiap tahap merupakan input bagi tahap berikutnya.
Model ini telah diperoleh dari proses rekayasa lainnya dan menawarkan cara pembuatan rekayasa perangkat lunak secara lebih nyata.  Model ini melibatkan tim SQA (Software Quantity Assurance) dengan 5 tahapan, dimana setiap tahapan selalu dilakukan verifikasi atau testing.  Tahapan model waterfall meliputi :

Requirment
Dalam tahapan ini jasa, kendala dan  tujuandari konsultasi dengan pengguna sistem.  Kemudian semuanya dibuat dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh user dan staf pengembang.  Dengan kata lain, dalam tahapn ini dilakukan analisa kebutuhan, kemdian diverifikasi klien dan tim SQA.

Specification
Dokumentasi spesifikasi, kemudian diperiksa oleh tim SQA.  Selanjutnya jika disetujui oleh klien, maka dokumen tersebutmerupakan kontrak kerjaantaraklien dan pengembang s0ftware.  Selanjutnya merencanakan jadwal pengembangan software. Jika disetujui oleh SQA, tahap desain baru dilakukan.

Design
Proses design sistem membagi kebutuhan-kebutuhan menjadi sistem perangkat lunak atau perangkat keras.  Proses tersebut menghasilkan sebuah arsitektur keseluruhan. Desain perangkat lunak termasuk menghasilkan fungsi sistem perangkatlunak dalam bentuk yang mungkin ditransformasi kedalam satu atau lebih program yang dapat dijalankan.  Tahapan ini telah menentukan alur software hingga pada tahap algoritma detail.  Di akhir tahap ini, kembali diperksa tim SQA.

Implementation
Selama tahap ini, desain perangkat lunak disadari sebagai sebuah program lengkap atau unit program. Desain yang telah disetujui, diubah dalam bentuk kode-kode program.  Tahap ini, kode-kode program yang dihasilkan masih pada tahap modul-modul. Diakhir tahap ini, tiap modul di testing tanpa diintegrasikan.

Integration
Unit program diintegrasikan dandiuji menjadi sistem yang lengkap untuk meyakinkan bahwa persyaratan perangkat lunak telah dipenuhi.  Setelah uji coba, sistem disampaikan ke konsumen.

Operaton mode & retirement
Normalnya, ini adalah tahap yang terpanjang.  Sistem dipasang dan digunakan. Pemeliharaan termasuk pembetulan kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya.  Perbaikan inmplementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru ditemukan.
Setiap tahap dari modelini menggunakan Document Drivent, yaitu tahap selanjutnya selalu bekerja berdasarkan dokumen yang telah diberikan sebelumnya.
Tahapan pada waterfall model tidak akan selesai jika tidak disetujui SQA.  Modifikasi pada tahap tertentu (tidak sesuai dengan dokumen sebelumnya), proses harus kembali pada tahap sebelumnya untuk penyesuaian dan peninjauan ulang.

Dalam prakteknya, setiap langkah sering tumpang tindih dan saling memberi informasi satu sama lain.  Proses perangkat lunak tidak linierdan sederhana,  tapi mengandung urutan iterasi dari aktifitas pengembangan.  Selama di langkah terakhir, perangkat lunak telah digunakan.  Kesalahan dan kelalaian dalam menentukan kebutuhan perangkat lunak original dapat diatasi.
Sayangnya model yang banyak mengandung iterasi, sehingga membuat sulit bagi pihak manajemen untuk memeriksa seluruh rencana dan laporan.  Maka dari itu, setelah sedikit iterasi, biasanya bagian yang telah dikembangkan akan dihentikan dan dilanjutkan dengan langkah pengembangan selanjutnya.
Masalah-masalah selama resolusi selanjutnya, dibiarkan atau diprogram.  Pemberhentian yang prematur dari persyaratan akan berarti bahwa sistem tidak akan sesuai dengan keinginan user. Mungkin juga sistem terstruktur secara jelek yang sebenarnya merupakan masalah deain akan dibiarkan karenaterkalahkan olehtrik implementasi.
Masalah pendekatan waterfall adalah ketidakluwaesan pembagian proyek ke dalam langkah yang jelas/nyata.  Sistem yang disampaikan kadang-kadang tidak dapatdigunakan sesuai keinginan konsumen.  Namun demikian, model waterfall mencerminkan kepraktisan rekayasa. 

Konsekuensinya, model proses perangkat lunak yang berdasarkan pada pendekatan ini, digunakan dalam pengembangan sistem perangkat lunak dan hardware yang luas.

Pengertian Water fall model

Water fall model adalah salah satu model pengembangan software, dimana kemajuan suatu proses dipandang sebagai terus mengalir ke bawah seperti air terjun.
Tahap – tahap pengembangan waterfall model adalah :
1. Analisis dan definisi persyaratan
Pelayanan, batasan, dan tujuan sistem ditentukan melalui konsultasi dengan user.
2. Perancangan sistem dan perangkat lunak
Kegiatan ini menentukan arsitektur sistem secara keseluruhan
3. Implementasi dan pengujian unit
Perancangan perangkat lunak direalisasikan sebagai serangkaian program
4. Integrasi dan pengujian sistem
Unit program diintegrasikan atau diuji sebagai sistem yang lengkap untuk menjamin bahwa persyaratan sitem telah terpenuhi
5. Operasi dan pemeliharaan
Merupakan fase siklus yang paling lama. Sistem diinstall dan dipakai. Perbaikan mencakup koreksi dari berbagai error, perbaikan dan implementasi unit sistem dan pelayanan sistem.

Keuntungan:
Simple dan mudah diimplementasikan
mudah diatur
Cocok untuk proyek kecil

Kerugian:
Tidak mengakomodasi perubahan requirement
Resiko ketidakpastian tinggi
Model yang buruk untuk proyek yang berorientasi obyek
Model yang buruk untuk proyek lama


2. V Model

Model ini merupakan perluasan dari model waterfall. Disebut sebagai perluasan karena tahap-tahapnya mirip dengan yang terdapat dalam model waterfall. Jika dalam model waterfall proses dijalankan secara linear, maka dalam model V proses dilakukan bercabang. Dalam model V ini digambarkan hubungan antara tahap pengembangan software dengan tahap pengujiannya.

Berikut penjelasan masing-masing tahap beserta tahap pengujiannya:
      1. Requirement Analysis & Acceptance Testing
Tahap Requirement Analysis sama seperti yang terdapat dalam model waterfall. Keluaran dari tahap ini adalah dokumentasi kebutuhan pengguna.
Acceptance Testing merupakan tahap yang akan mengkaji apakah dokumentasi yang dihasilkan tersebut dapat diterima oleh para pengguna atau tidak.
      2. System Design & System Testing
Dalam tahap ini analis sistem mulai merancang sistem dengan mengacu pada dokumentasi kebutuhan pengguna yang sudah dibuat pada tahap sebelumnya. Keluaran dari tahap ini adalah spesifikasi software yang meliputi organisasi sistem secara umum, struktur data, dan yang lain. Selain itu tahap ini juga menghasilkan contoh tampilan window dan juga dokumentasi teknik yang lain seperti Entity Diagram dan Data Dictionary.
      3.  Architecture Design & Integration Testing
Sering juga disebut High Level Design. Dasar dari pemilihan arsitektur yang akan digunakan berdasar kepada beberapa hal seperti: pemakaian kembali tiap modul, ketergantungan tabel dalam basis data, hubungan antar interface, detail teknologi yang dipakai.
      4.  Module Design & Unit Testing
Sering juga disebut sebagai Low Level Design. Perancangan dipecah menjadi modul-modul yang lebih kecil. Setiap modul tersebut diberi penjelasan yang cukup untuk memudahkan programmer melakukan coding. Tahap ini menghasilkan spesifikasi program seperti: fungsi dan logika tiap modul, pesan kesalahan, proses input-output untuk tiap modul, dan lain-lain.
      5.  Coding
Dalam tahap ini dilakukan pemrograman terhadap setiap modul yang sudah dibentuk.
1.1 Keuntungan V Model
Bahasa yang digunakan untuk merepresentasikan konsep V model menggunakan bahasa formal. Contoh : dengan menggunakan objek model ataupun frame-frame • Meminimalisasikan kesalahan pada hasil akhir karena ada test pada setiap prosesnya

Penyesuaian yang cepat pada projek yang baru
Memudahkan dalam pembuatan dokumen projek
Biaya yang murah dalam perawatan dan modifikasinya
V Model sangat fleksibel.
V Model mendukung project tailoring dan penambahan dan pengurangan method dan tool secara dinamik. Akibatnya sangat mudah untuk melakukan tailoring pada V Model agar sesuai dengan suatu proyek tertentu dan sangat mudah untuk menambahkan method dan tool baru atau menghilangkan method dan tool yang dianggap sudah obsolete.
V Model dikembangkan dan di-maintain oleh publik. User dari V Model berpartisipasi dalam change control board yang memproses semua change request terhadap V Model.

1.2 Kerugian V Model
Aktifitas V-Model hanya difokuskan pada projectnya saja, bukan pada keseluruhan organisasi. V-Model adalah proses model yang hanya dikerjakan sekali selama project saja, bukan keseluruhan organisasi.
Prosesnya hanya secara sementara. Ketika project selesai, jalannya proses model dihentikan. Tidak berlangsung untuk keseluruhan organisasi.
Metode yang ditawarkan terbatas. Sehingga kita tidak memiliki cara pandang dari metode yang lain. Kita tidak memiliki kesempatan untuk mempertimbangkan jika ada tools lain yang lebih baik.
V Model adalah model yang project oriented sehingga hanya bisa digunakan sekali dalam suatu proyek.
V Model terlalu fleksibel dalam arti ada beberapa activity dalam V Model yang digambarkan terlalu abstrak sehingga tidak bisa diketahui dengan jelas apa yang termasuk dalam activity tersebut dan apa yang tidak.

sumber: http://ayip7shortcutsharing.blogspot.com/2013/06/pengertian-model-v-keuntungan-model-v.html


4. Simple Interaction Design Model


 Pada model rancangan interaksi sederhana ini input atau masukan hanya memiliki satu titik. yang mana masukan tersebut diidentifikasikan apakah sesuai engan kebutuhan, lalu didesain sesuia dengan persyaratan yang telah ditetap kan. Setelah diDesain rancangan tersebut dibangun dan harus interaktif. Setelah itu barulah racangan tersebut dievaluasi.


    Evaluasi dapat dilaukan dimana saja, rancangan yang telah di evakuasi dapat kambali didesain ulang atau apakah rancanagn tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan user, maka alur tersebut akan terus berbupar hingga pada tahap evaluasi tidak lagi terjadi kesalahan, baik dalam penetapan kebutuhan user maupun pendesainannya, sehingga pada tahap evaluasi terciptalah sebuah hasil akhir yang valid.

4. Star Lifecycle Modes

Dalam siklus permodelan ini, pengujian dilakukan terus menerus, tidak harus diakhir. Misalnya dimulai dari menentukan kosep desain (conceptual design). Dalam proses ini akan langsung terjadi evaluasi untuk langsung ternilai apakah sudah sesuai dengan kebutuhan user, bila belum maka akan terus berulang di evaluasi hingga benar-benar pas.
Setelah itu, apabila sudah pas, maka dari tahap evaluasi yang pertama akan lanjut ke proses yg selanjutnya, yakni requirements/specification yakni memverifikasikan persyaratan rancangan tersebut, dan pada tahap itu juga langsung terjadi pengevaluasian seperti tahap pertama.
Selanjutnya akan tetap sama, terjadi pada tahap-tahap selanjutnya yakni task analysis/fungsion analysis, pengimplementasian, prototyping hingga pada akhirnya terciptalah sebuah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan user.

Intinya pada rancangan model ini, evaluasi dilakukan di setiap tahap, tidak hanya pada tahapan akhir seperti model-model rancangan yang lainnya.

sumber : http://nilayarnila.blogspot.com/2013/12/simple-interaction-design-model.html

Saturday, July 12, 2014

Tugas (mid) Sistem Terdistribusi

Soal
1. Jelaskan Tentang Tipe Sistem Terdistribusi !
2. Jelaskan Perbedaan IPV4 dengan IPV6 !
3. Jelaskan Pengalamatan IPV6 !

Jawab:

1.     Tipe Sistem terdistribusi
Sistem komputasi terdistribusi
Sistem komputer terdistribusi adalah tipe yang dibarkan untuk aplikasi tingkat tinggi yang sering diatur pada komputasi paralel. Dalam cluster komputasi perangkat keras yang mendasari terdiri dari kumpulan workstation yang sama atau PC, berhubungan erat bynmeans dari jaringan area kecepatan tinggi setempat. Selain itu, setiap node menjalankan sistem operasi yang sama. Grid komputasi adalah subkelompok ini terdiri dari sistem terdistribusi yang sering dibangun sebagai sebuah federasi dari sistem komputer, dimana setiap sistem bisa masuk ke dalam sebuah domain administrasi yang berbeda, dan mungkin sangat berbeda ketika datang ke perangkat keras, perangkat lunak, dan teknologi jaringan dikerahkan.
Sistem informasi terdistribusi
Sistem informasi terdistribusi ditemukan dalam organisasi yang dihadapkan dengan kekayaan aplikasi jaringan, tetapi untuk yang interoperabilitas ternyata menjadi pengalaman yang kurang baik
Sistem terdistribusi meluas
Sistem terdistribusi kita telah membahas sejauh ini sebagian besar ditandai dengan node stabilitas mereka tetap dan memiliki sambungan yang berkualitas baik lebih atau kurang permanen dan tinggi ke jaringan. Sistem terdistribusi meluas sering ditandai dengan menjadi kecil, bertenaga baterai, mobile dan memiliki wireless, namun tidak harus semua itu terdapat dalam satu sistem.

2. Perbedaan Internet Protokol Versi 4  (IPv4)  dan  Internet Protokol Versi 6 (IPv6)
 
I. Internet Protokol Versi 4 (IPv4)
IPv4 adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. IP versi ini memiliki keterbatasan yakni hanya mampu mengalamati sebanyak 4 miliar host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IPv4 adalah 192.168.0.3 Pada IPv4 ada 3 jenis Kelas, tergantung dari besarnya bagian host, yaitu kelas A (bagian host sepanjang 24 bit , IP address dapat diberikan pada 16,7 juta host) , kelas B (bagian host sepanjang 16 bit = 65534 host) dan kelas C (bagian host sepanjang 8 bit = 254 host ). Administrator jaringan mengajukan permohonan jenis kelas berdasarkan skala jaringan yang dikelolanya. Konsep kelas ini memiliki keuntungan yaitu : pengelolaan rute informasi tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut, melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di router, menjadi kecil. Setelah address jaringan diperoleh, maka organisasi tersebut dapat secara bebas memberikan address bagian host pada masingmasing hostnya.

Perbandingan IPv4 dan IPv6
Pemberian alamat dalam internet mengikuti format IP address (RFC 1166). Alamat ini dinyatakan dengan 32 bit (bilangan 1 dan 0) yang dibagi atas 4 kelompok (setiap kelompok terdiri dari 8 bit atau oktet) dan tiap kelompok dipisahkan oleh sebuah tanda titik. Untuk memudahkan pembacaan, penulisan alamat dilakukan dengan angka desimal, misalnya 100.3.1.100 yang jika dinyatakan dalam binary menjadi 01100100.00000011.00000001.01100100. Dari 32 bit ini berarti banyaknya jumlah maksimum alamat yang dapat dituliskan adalah 2 pangkat 32, atau 4.294.967.296 alamat. Format alamat ini terdiri dari 2 bagian, netid dan hostid. Netid sendiri menyatakan alamat jaringan sedangkan hostid menyatakan alamat lokal (host/router). Dari 32 bit ini, tidak boleh semuanya angka 0 atau 1 (0.0.0.0 digunakan untuk jaringan yang tidak dikenal dan 255.255.255.255 digunakan untuk broadcast). Dalam penerapannya, alamat internet ini diklasifikasikan ke dalam kelas (A-E).
Alasan klasifikasi ini antara lain :
• Memudahkan sistem pengelolaan dan pengaturan alamat-alamat.
• Memanfaatkan jumlah alamat yang ada secara optimum (tidak ada alamat yang terlewat).
• Memudahkan pengorganisasian jaringan di seluruh dunia dengan membedakan jaringan tersebut termasuk kategori besar, menengah, atau kecil.
• Membedakan antara alamat untuk jaringan dan alamat untuk host/router.
Pada tabel dibawah dijelaskan mengenai ketersediaan IPv4 berdasarkan data dari APNIC sampai akhir tahun 1999 yang lalu dan total IP yang sudah dialokasikan ke tiap – tiap negara diAsia Pasifik.

II.5 Internet Protokol Versi 6 (IPv6)
Transisi IPv4 ke IPv6 merupakan fenomena yang tidak dapat dielakan oleh semua kalangan. Walaupun IPv4 tetap dapat digunakan, IPv6 memiliki versi design berbeda dan memiliki kegunaan lebih dibanding IPv4. Disertai dengan tumbuhnya inovasi-inovasi perangkat berteknologi, maka Negara-negara di dunia dituntut mampu bersaing atau setidaknya secara bertahap mulai untuk mengimplementasikan IPv6. Menurut jurnal Internet Protocol, diperkirakan tak sampai tahun 2011, jatah alamat IP yang masih belum digunakan saat ini akan habis. Maka muncullah suatu metode peangalamatan baru yang dikenal dengan sebutan IPv6. Di Indonesia, salah satu penyedia jasa Internet, Indosat Mega Media (Indosat M2), sejak 2004 telah siap menyewakan jaringan IPv6 ini. IPv6 merupakan metode pengalamatan IP yang perlahan-lahan mulai menggantikan IPv4. IPv6 digunakan sebagai pengalamatan karena keterbatasan jumlah IP yang dimiliki oleh IPv4, mengingat semakin bertambahnya perangkat berbasis IP saat ini. IPv6 atau Internet Protocol version 6 adalah protokol Internet terbaru yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari protokol yang dipakai saat ini, IPv4 (Internet Protocol version 4). Pengalamatan IPv6 menggunakan 128-bit alamat yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan pengalamatan 32-bit milik IPv4. Dengan kapasitas alamat IP yang sangat besar pada IPv6, setiap perangkat yang dapat terhubung ke Internet (komputer desktop, laptop, personal digital assistant, atau telepon seluler GPRS/3G) bisa memiliki alamat IP yang tetap. Sehingga, cepat atau lambat setiap perangkat elektronik yang ada dapat terhubung dengan Internet melalui alamat IP yang unik. Protokol IPv6 ini memiliki beberapa fitur baru yang merupakan perbaikan dari IPv4,diantaranya :
•Memiliki format header baru
Header pada IPv6 memiliki format baru yang didesain untuk menjaga agar overhead header minimum, dengan menghilangkan field-field yang tidak diperlukan serta beberapa field opsional Perbandingan IPv4 dan IPv6 yang ditempatkan setelah header IPv6. Header IPv6 sendiri besarnya adalah dua kali dari besar header dari IPv4.
•Range alamat yang sangat besar
IPv6 memiliki 128-bit atau 16-byte untuk masing-masing alamat IP source dan destination. Sehingga secara logika IPv6 dapat menampung sekitar 3.4 x 1038 kemungkinan kombinasi alamat.
•Pengalamatan secara efisien dan hierarkis serta infrastruktur routing
Alamat global dari IPv6 yang digunakan pada porsi IPv6 di Internet, didesain untuk menciptakan infrastruktur routing yang efisien, hierarkis, dan mudah dipahami oleh pengembang.
• Konfigurasi pengalamatan secara stateless dan statefull
IPv6 mendukung konfigurasi pengalamatan secara statefull, seperti konfigurasi alamat menggunakan server DHCP, atau secara stateless yang tanpa menggunakan server DHCP. Pada konfigurasi kedua, host secara otomatis mengkonfigurasi dirinya sendiri dengan alamat IPv6 untuk link yang disebut dengan alamat link-lokal dan alamat yang diturunkan dari prefik yang ditransmisikan oleh router local.
•Built-in security
Dukungan terhadap IPsec memberikan dukungan terhadap keamanan jaringan dan menawarkan interoperabilitas antara implementasi IPv6 yang berbeda.
• Dukungan yang lebih baik dalam hal QoS
Pada header IPv6 terdapat trafik yang di identifikasi menggunakan field Flow Label, sehingga dukungan QoS dapat tetap diimplementasikan meskipun payload paket terenkripsi melalui IPsec.
• Protokol baru untuk interaksi node
Pada IPv6 terdapat Protokol Neighbor Discovery yang menggantikan Address Resolution Protokol.
• Ekstensibilitas
IPv6 dapat dengan mudah ditambahkan fitur baru dengan menambahkan header ekstensi setelah header IPv6. Ukuran dari header ekstensi IPv6 ini hanya terbatasi oleh ukuran dari paket IPv6 itu sendiri.

3.       Pengalamatan IPV6


Khusus nomor 3 ane Kasih yang versi PDFnya aja 



Saturday, July 5, 2014

Cara Menghapus Virus Shortcut di Flasdisk Melalui CMD

Cara Menghapus Virus Shortcut di Flasdisk Melalui CMD

Virus Shortcut adalah virus yang menyebar pada tahun 2011, virus shortcut ini mampuan mengupdate layaknya program antivirus, bahkan berhasil mengecoh system scanner program antivirus, Virus yang muncul akhir bulan Januari 2011 ini mempunyai kemampuan untuk menginjeksi file yang mempunyai ekstensi EXE dan DLL baik berupa file program aplikasi maupun file system Windows. 

Berikut Langkah-langkahnya

1.buka RUN pada komputer anda apabila melalui windows 8 klik start kemudian ketikkan cmd


2.ketik cmd kemudian Ok / Enter

3.Masuk ke drive Flashdisknya misalnya di drive E (tergantung drive flashdisknya muncul )dengan cara ketik E:  lalu enter 

4. Ketik  attrib -s  -r  -h  /s  /d  lalu enter iitu perintah untuk mengembalikan folder yang terkena virus shortcut 

lihat folder asli anda kembali lagi tinggal hapus aja folder shortcut anda


Semoga Bermanfaat buat angan-angan semua.

Wednesday, June 18, 2014

Tugas Sistem Terdistibusi

Sistem Terdistribusi Principles and Paradigms

Selamat pagi buat teman teman di stikom 
bagi yang mendapat tugas translate Sistem terdisribusi ane kasih nich bukunya
jadi nanti tinggal copy aja trus Translate



Monggo di download




Thursday, June 5, 2014

CCleaner v4.13 Build 4693 +Professional + Business + Technician + Cracks


CCleaner merupakan sebuah tool pembersih yang bekerja secara canggih untuk komputer atau laptop kalian. Kelebihan dari software ini adalah dapat menghapus semua file yang tidak terpakai atau temporary files, sehingga mampu meringankan kerja komputer atau laptop yang kalian gunakan.
CCleaner mampu membersihkan diantara lain adalah: Internet Explorer, Firefox, Google Chrome, Opera, Safari, Windows (Recycle Bin, Recent Documents, Temporary files dan Log files), registries, aplikasi third-party, dan Spyware (100% bebas Spyware).
Selain itu CCleaner juga dilengkapi dengan beberapa fitur berguna lainnya seperti:
Uninstall kalian bisa meng-uninstall program yang ada di komputer atau laptop kalian menggunakan CCleaner.
File Finder kalian bisa mencari file yang ada di komputer atau laptop kalian, jadi kalian tidak perlu khawatir jika kalian lupa tempat menyimpan file.
Dan masih banyak lagi.

Name: CCleaner v4.13 Build 4693
Version: Professional + Business + Technician +Cracks
Languange: English
Medicine: Include –Cracks
OS Support: Xp/Vista/7/8
Publisher: CCleaner