Saturday, July 12, 2014

Tugas (mid) Sistem Terdistribusi

Soal
1. Jelaskan Tentang Tipe Sistem Terdistribusi !
2. Jelaskan Perbedaan IPV4 dengan IPV6 !
3. Jelaskan Pengalamatan IPV6 !

Jawab:

1.     Tipe Sistem terdistribusi
Sistem komputasi terdistribusi
Sistem komputer terdistribusi adalah tipe yang dibarkan untuk aplikasi tingkat tinggi yang sering diatur pada komputasi paralel. Dalam cluster komputasi perangkat keras yang mendasari terdiri dari kumpulan workstation yang sama atau PC, berhubungan erat bynmeans dari jaringan area kecepatan tinggi setempat. Selain itu, setiap node menjalankan sistem operasi yang sama. Grid komputasi adalah subkelompok ini terdiri dari sistem terdistribusi yang sering dibangun sebagai sebuah federasi dari sistem komputer, dimana setiap sistem bisa masuk ke dalam sebuah domain administrasi yang berbeda, dan mungkin sangat berbeda ketika datang ke perangkat keras, perangkat lunak, dan teknologi jaringan dikerahkan.
Sistem informasi terdistribusi
Sistem informasi terdistribusi ditemukan dalam organisasi yang dihadapkan dengan kekayaan aplikasi jaringan, tetapi untuk yang interoperabilitas ternyata menjadi pengalaman yang kurang baik
Sistem terdistribusi meluas
Sistem terdistribusi kita telah membahas sejauh ini sebagian besar ditandai dengan node stabilitas mereka tetap dan memiliki sambungan yang berkualitas baik lebih atau kurang permanen dan tinggi ke jaringan. Sistem terdistribusi meluas sering ditandai dengan menjadi kecil, bertenaga baterai, mobile dan memiliki wireless, namun tidak harus semua itu terdapat dalam satu sistem.

2. Perbedaan Internet Protokol Versi 4  (IPv4)  dan  Internet Protokol Versi 6 (IPv6)
 
I. Internet Protokol Versi 4 (IPv4)
IPv4 adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. IP versi ini memiliki keterbatasan yakni hanya mampu mengalamati sebanyak 4 miliar host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IPv4 adalah 192.168.0.3 Pada IPv4 ada 3 jenis Kelas, tergantung dari besarnya bagian host, yaitu kelas A (bagian host sepanjang 24 bit , IP address dapat diberikan pada 16,7 juta host) , kelas B (bagian host sepanjang 16 bit = 65534 host) dan kelas C (bagian host sepanjang 8 bit = 254 host ). Administrator jaringan mengajukan permohonan jenis kelas berdasarkan skala jaringan yang dikelolanya. Konsep kelas ini memiliki keuntungan yaitu : pengelolaan rute informasi tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut, melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di router, menjadi kecil. Setelah address jaringan diperoleh, maka organisasi tersebut dapat secara bebas memberikan address bagian host pada masingmasing hostnya.

Perbandingan IPv4 dan IPv6
Pemberian alamat dalam internet mengikuti format IP address (RFC 1166). Alamat ini dinyatakan dengan 32 bit (bilangan 1 dan 0) yang dibagi atas 4 kelompok (setiap kelompok terdiri dari 8 bit atau oktet) dan tiap kelompok dipisahkan oleh sebuah tanda titik. Untuk memudahkan pembacaan, penulisan alamat dilakukan dengan angka desimal, misalnya 100.3.1.100 yang jika dinyatakan dalam binary menjadi 01100100.00000011.00000001.01100100. Dari 32 bit ini berarti banyaknya jumlah maksimum alamat yang dapat dituliskan adalah 2 pangkat 32, atau 4.294.967.296 alamat. Format alamat ini terdiri dari 2 bagian, netid dan hostid. Netid sendiri menyatakan alamat jaringan sedangkan hostid menyatakan alamat lokal (host/router). Dari 32 bit ini, tidak boleh semuanya angka 0 atau 1 (0.0.0.0 digunakan untuk jaringan yang tidak dikenal dan 255.255.255.255 digunakan untuk broadcast). Dalam penerapannya, alamat internet ini diklasifikasikan ke dalam kelas (A-E).
Alasan klasifikasi ini antara lain :
• Memudahkan sistem pengelolaan dan pengaturan alamat-alamat.
• Memanfaatkan jumlah alamat yang ada secara optimum (tidak ada alamat yang terlewat).
• Memudahkan pengorganisasian jaringan di seluruh dunia dengan membedakan jaringan tersebut termasuk kategori besar, menengah, atau kecil.
• Membedakan antara alamat untuk jaringan dan alamat untuk host/router.
Pada tabel dibawah dijelaskan mengenai ketersediaan IPv4 berdasarkan data dari APNIC sampai akhir tahun 1999 yang lalu dan total IP yang sudah dialokasikan ke tiap – tiap negara diAsia Pasifik.

II.5 Internet Protokol Versi 6 (IPv6)
Transisi IPv4 ke IPv6 merupakan fenomena yang tidak dapat dielakan oleh semua kalangan. Walaupun IPv4 tetap dapat digunakan, IPv6 memiliki versi design berbeda dan memiliki kegunaan lebih dibanding IPv4. Disertai dengan tumbuhnya inovasi-inovasi perangkat berteknologi, maka Negara-negara di dunia dituntut mampu bersaing atau setidaknya secara bertahap mulai untuk mengimplementasikan IPv6. Menurut jurnal Internet Protocol, diperkirakan tak sampai tahun 2011, jatah alamat IP yang masih belum digunakan saat ini akan habis. Maka muncullah suatu metode peangalamatan baru yang dikenal dengan sebutan IPv6. Di Indonesia, salah satu penyedia jasa Internet, Indosat Mega Media (Indosat M2), sejak 2004 telah siap menyewakan jaringan IPv6 ini. IPv6 merupakan metode pengalamatan IP yang perlahan-lahan mulai menggantikan IPv4. IPv6 digunakan sebagai pengalamatan karena keterbatasan jumlah IP yang dimiliki oleh IPv4, mengingat semakin bertambahnya perangkat berbasis IP saat ini. IPv6 atau Internet Protocol version 6 adalah protokol Internet terbaru yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari protokol yang dipakai saat ini, IPv4 (Internet Protocol version 4). Pengalamatan IPv6 menggunakan 128-bit alamat yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan pengalamatan 32-bit milik IPv4. Dengan kapasitas alamat IP yang sangat besar pada IPv6, setiap perangkat yang dapat terhubung ke Internet (komputer desktop, laptop, personal digital assistant, atau telepon seluler GPRS/3G) bisa memiliki alamat IP yang tetap. Sehingga, cepat atau lambat setiap perangkat elektronik yang ada dapat terhubung dengan Internet melalui alamat IP yang unik. Protokol IPv6 ini memiliki beberapa fitur baru yang merupakan perbaikan dari IPv4,diantaranya :
•Memiliki format header baru
Header pada IPv6 memiliki format baru yang didesain untuk menjaga agar overhead header minimum, dengan menghilangkan field-field yang tidak diperlukan serta beberapa field opsional Perbandingan IPv4 dan IPv6 yang ditempatkan setelah header IPv6. Header IPv6 sendiri besarnya adalah dua kali dari besar header dari IPv4.
•Range alamat yang sangat besar
IPv6 memiliki 128-bit atau 16-byte untuk masing-masing alamat IP source dan destination. Sehingga secara logika IPv6 dapat menampung sekitar 3.4 x 1038 kemungkinan kombinasi alamat.
•Pengalamatan secara efisien dan hierarkis serta infrastruktur routing
Alamat global dari IPv6 yang digunakan pada porsi IPv6 di Internet, didesain untuk menciptakan infrastruktur routing yang efisien, hierarkis, dan mudah dipahami oleh pengembang.
• Konfigurasi pengalamatan secara stateless dan statefull
IPv6 mendukung konfigurasi pengalamatan secara statefull, seperti konfigurasi alamat menggunakan server DHCP, atau secara stateless yang tanpa menggunakan server DHCP. Pada konfigurasi kedua, host secara otomatis mengkonfigurasi dirinya sendiri dengan alamat IPv6 untuk link yang disebut dengan alamat link-lokal dan alamat yang diturunkan dari prefik yang ditransmisikan oleh router local.
•Built-in security
Dukungan terhadap IPsec memberikan dukungan terhadap keamanan jaringan dan menawarkan interoperabilitas antara implementasi IPv6 yang berbeda.
• Dukungan yang lebih baik dalam hal QoS
Pada header IPv6 terdapat trafik yang di identifikasi menggunakan field Flow Label, sehingga dukungan QoS dapat tetap diimplementasikan meskipun payload paket terenkripsi melalui IPsec.
• Protokol baru untuk interaksi node
Pada IPv6 terdapat Protokol Neighbor Discovery yang menggantikan Address Resolution Protokol.
• Ekstensibilitas
IPv6 dapat dengan mudah ditambahkan fitur baru dengan menambahkan header ekstensi setelah header IPv6. Ukuran dari header ekstensi IPv6 ini hanya terbatasi oleh ukuran dari paket IPv6 itu sendiri.

3.       Pengalamatan IPV6


Khusus nomor 3 ane Kasih yang versi PDFnya aja 



Saturday, July 5, 2014

Cara Menghapus Virus Shortcut di Flasdisk Melalui CMD

Cara Menghapus Virus Shortcut di Flasdisk Melalui CMD

Virus Shortcut adalah virus yang menyebar pada tahun 2011, virus shortcut ini mampuan mengupdate layaknya program antivirus, bahkan berhasil mengecoh system scanner program antivirus, Virus yang muncul akhir bulan Januari 2011 ini mempunyai kemampuan untuk menginjeksi file yang mempunyai ekstensi EXE dan DLL baik berupa file program aplikasi maupun file system Windows. 

Berikut Langkah-langkahnya

1.buka RUN pada komputer anda apabila melalui windows 8 klik start kemudian ketikkan cmd


2.ketik cmd kemudian Ok / Enter

3.Masuk ke drive Flashdisknya misalnya di drive E (tergantung drive flashdisknya muncul )dengan cara ketik E:  lalu enter 

4. Ketik  attrib -s  -r  -h  /s  /d  lalu enter iitu perintah untuk mengembalikan folder yang terkena virus shortcut 

lihat folder asli anda kembali lagi tinggal hapus aja folder shortcut anda


Semoga Bermanfaat buat angan-angan semua.